canang sari

Mengapa Menghaturkan Canang Sari Berisi Sesari Berupa Uang?



MantraHindu – Canang berasal dari bahasa jawa kuno yang pada mulanya berarti sirih, yang disuguhkan pada tamu yang sangat dihormati. Jaman dulu, sirih benar – benar bernilai tinggi. Setelah agama Hindu berkembang di Bali, sirih itupun menjadi unsur penting dalam upacara agama dan kegiatan lain. Di Bali, salah satu bentuk banten disebut “Canang” karena inti dari setiap canang adalah sirih itu sendiri. Canang  belum bisa dikatakan bernilai agama jika belum dilengkapi porosan yang bahan pokoknya sirih.

Canang sari juga dilengkapi dengan sesari yang berupa uang kepeng, fungsi sesari adalah sebagai labang saripati dari karma atau pekerjaan (Dana Paramitha) yang melambangkan sarining manah.  Selain itu uang berfungsi sebagi penebus segala kekurangan yang ada.

Tadinya uang sesari tersebut adalah uang kepeng, namun seiring berjalannya waktu, uang kepeng mulai susah untuk didapatkan karena uang tersebut sudah tidak menjadi mata uang yang bisa dibelanjakan atau ditukarkan. Dengan semakin sedikitnya jumlah uang kepeng, dan pengerajin yang semakin jarang, maka beralihlah sesari tersebut ke uang logam biasa, dan bila tidak ada uang logam bisa dipakai uang kertas.



Semoga Bermanfaat

Bermanfaat ? Sebarkan ke Keluarga dan Sahabatmu..

2 thoughts on “Mengapa Menghaturkan Canang Sari Berisi Sesari Berupa Uang?

  1. om swastyastu… hampir 100% uang ygbdi gunakan adalah uang bekas…bkn uangbbr yg di ambil dr bank…kadang uang itu habis di injek di taru dipantat dan tempat kotor lainnya…apakah pantas uang itu (i persembahkan bersama canang..sedangkan bunga layu saja katanya tdk pantas dinlersembahkan padahal bunga itu sukla…suksma

    • Sblum mnghaturkan kpadaNYA wajib ditirtein pke tirte pnglukatan pembersihan yg biasa ditunas di griye supaya smua banten brsih trlbihdahulu sblum dprsmbahkn.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mantra & Filosofi Terkait