[ X Tutup Iklan]

Perjalanan Panca Pandawa Masuk Sorga

hindu bali

Setelah berakhirnya perang Bharata Yuda, Yudhistira menyerahkan tampuk pemerintahan kepada anak Abimanyu yang bernama Prabhu Parikesit. Beliau sepakat dengan saudara-saudara dan istrinya, Dewi Drupadi berniat untuk mengakhiri masa hidup keduniawiannya dengan maksud menuju pada tujuan akhir hidup sebagai manusia yaitu untuk dapat mencapai moksa. Yudhistira mengajak saudara-saudara dan istrinya tercinta untuk pergi ke gunung Mahameru […]

Selengkapnya


Moksa Sebagai Tujuan Akhir dalam Agama Hindu

moksa

Moksa   Moksa adalah suatu sradha dalam Agama Hindu, yang merupakan tujuan hidup tertinggi agama Hindu. Moksa berasal dari bahasa Sansekerta dari kata “Muc” artinya membebaskan atau melepaskan. Dengan demikian Moksa berarti “Kelepasan dan Kebebasan”.   Moksa adalah sama artinya dengan kebahagiaan yang tertinggi. Moksa menjadi tujuan akhir dalam ajaran agama Hindu. Oleh karena itu […]

Selengkapnya


BENANG TRI DATU

benang tridatu

Umat Hindu di Bali sudah biasa memakai benang Tri Datu sebagai gelang. Sebagai aksesoris ia kelihatan unik dan antik, namun lebih jauh dari itu benang ini memiliki nilai filosofis yang dalam dan diyakini memiliki power magis. Tri berarti tiga dan Datu berarti elemen atau warna. Benang Tri Datu (Tridatu) adalah benang yang terdiri dari tiga macam warna […]

Selengkapnya


Banyu Pinaruh

banyu pinaruh (1)

Setelah merayakan piodalan Saraswati, besoknya Pada Redite Paing Sinta (Minggu Paing Sinta) umat Hindu melanjutkannya dengan malaksanakan prosesi Banyu Pinaruh. Banyu Pinaruh adalah upacara yadnya yang dilakukan setelah hari raya saraswati, yang bertujuan untuk pembersihan dan kesucian diri. Banyu Pinaruh yang berasal kata dari Banyu berarti air, Pinaruh atau Pengeruwuh berarti pengetahuan Sarana pelaksanaan Banyu […]

Selengkapnya


Pekarangan Rumah – Hindari “Palemahan Hala” dan “Karang Kebaya-baya”

bhatara+ghana

Pekarangan yang harus dihindari atau dalam bahasa Bali sering disebut dengan “Karang Panes” biasanya ditandai dengan adanya kejadian/musibah yang menimpa anggota keluarga, misal: sering sakit, marah-marah tidak karuan, mengalami kebingungan(linglung), mudah bertengkar dan lain-lain. Jadi hindari lokasi yang disebut dengan “Palemahan Hala” dan “Karang Kebaya-baya”. Palemahan Hala Ucem, yaitu tanah yang berwarna hitam, selintas kelihatan […]

Selengkapnya