[ X Tutup Iklan]

Makna Amor Ring Acintya

amor ring acintya

Amor Ring Acintya adalah kata yang sudah tidak lasim lagi ditelinga kita apalagi bagi para umat Hindu di Bali. Kata tersebut biasanya diucapkan ketika ada orang yang meninggal dunia. Biasanya dalam masyarakat  mengucapkan “Dumogi Amor Ring Acintya”. Dumogi berarti semoga. Amor berarti bersatu atau menghilang, atau Menuju kedalam  situasi ketiadaan atau tidak tampak. Acintya berarti tidak […]

Selengkapnya


Japamala Menurut Ajaran Hindu

japamala

JAPAMALA dalam ajaran Hindu, sumber sastranya adalah Kalika Purana dan Sanatkumara Samhita, diuraikan sebagai berikut :   JAPAMALA terdiri dari dua kata induk Bahasa Sanskrit yaitu : JAPA dan MALA. Japa adalah pengulangan mantra suci selama beberapa kali. Mala adalah butir-butir yang dirangkai dengan benang kapas. Jadi Mala yang digunakan untuk ber-Japa disebut JAPAMALA. Perkataan […]

Selengkapnya


Perjalanan Panca Pandawa Masuk Sorga

hindu bali

Setelah berakhirnya perang Bharata Yuda, Yudhistira menyerahkan tampuk pemerintahan kepada anak Abimanyu yang bernama Prabhu Parikesit. Beliau sepakat dengan saudara-saudara dan istrinya, Dewi Drupadi berniat untuk mengakhiri masa hidup keduniawiannya dengan maksud menuju pada tujuan akhir hidup sebagai manusia yaitu untuk dapat mencapai moksa. Yudhistira mengajak saudara-saudara dan istrinya tercinta untuk pergi ke gunung Mahameru […]

Selengkapnya


BENANG TRI DATU

benang tridatu

Umat Hindu di Bali sudah biasa memakai benang Tri Datu sebagai gelang. Sebagai aksesoris ia kelihatan unik dan antik, namun lebih jauh dari itu benang ini memiliki nilai filosofis yang dalam dan diyakini memiliki power magis. Tri berarti tiga dan Datu berarti elemen atau warna. Benang Tri Datu (Tridatu) adalah benang yang terdiri dari tiga macam warna […]

Selengkapnya


Penjelasan dan Tata Cara Puja Trisandya, Kramaning Sembah, dan Me-Saiban

644317_4775790152715_1741764808_n

Puja Trisandya dilaksanakan tiga kali sehari karena menurut Lontar Niti Sastra, kita sebagai penganut Hindu Sekte Siwa Sidanta memuja Matahari (Surya) sebagai keagungan dan kemahakuasaan Hyang Widhi. Matahari juga sumber energi atau sumber kehidupan. Pemujaan itu dimulai pagi-pagi menyongsong terbitnya matahari (sekitar jam 05.30), siang hari tepat jam 12.00 ketika Bumi berada dalam posisi yang […]

Selengkapnya