[ X Tutup Iklan]

“Suksma” Tidak Berarti Terima Kasih Pada Pemuspaan (Kramaning Sembah)

wanita bali sembahyang

Pada pemuspaan (kramaning sembah) bait ke lima: “Om Dewa Suksma Parama Acintyaya Namah Swaha” didahului pengantar dari Jero Mangku: “Inggih, penguntat mangkin ngiring ngaggen tangan kosong,ngaturang suksma ring Sanghyang Widhi” atau ada juga memakai bahasa Indonesia: “Terakhir, mari kita menggunakan tangan kosong mengucapkan terimakasih kepada Sanghyang Widhi” Menurut Weda Parikrama, “suksma” tidak berarti terima kasih, tetapi […]

Selengkapnya


Penjelasan dan Tata Cara Puja Trisandya, Kramaning Sembah, dan Me-Saiban

644317_4775790152715_1741764808_n

Puja Trisandya dilaksanakan tiga kali sehari karena menurut Lontar Niti Sastra, kita sebagai penganut Hindu Sekte Siwa Sidanta memuja Matahari (Surya) sebagai keagungan dan kemahakuasaan Hyang Widhi. Matahari juga sumber energi atau sumber kehidupan. Pemujaan itu dimulai pagi-pagi menyongsong terbitnya matahari (sekitar jam 05.30), siang hari tepat jam 12.00 ketika Bumi berada dalam posisi yang […]

Selengkapnya