[ X Tutup Iklan]

Filosofi Tersembunyi Hanacaraka atau Aksara Bali

Kisah Tersembunyi dari Aksara Bali Atau Anacaraka  - Mantra Hindu

Hanacaraka adalah salah satu aksara tradisional Nusantarayang berkembang di Bali, Indonesia. Aksara ini umum digunakan untuk menulis bahasa Bali dan bahasa Sanskerta. Dengan sedikit perubahan, aksara ini juga digunakan untuk menulis bahasa Sasak yang digunakan di Lombok. Aksara ini berkerabat dekat dengan dengan aksara Jawa. Aksara Bali masih diajarkan di sekolah-sekolah Bali sebagai muatan lokal, namun […]

Selengkapnya


Kanda Pat Dewa dalam Hanacaraka atau Aksara Bali

Aksara Bali Atau Anacaraka dalam Kandapat- Mantra Hindu

Hanacaraka adalah salah satu aksara tradisional Nusantarayang berkembang di Bali, Indonesia. Aksara ini umum digunakan untuk menulis bahasa Bali dan bahasa Sanskerta. Dengan sedikit perubahan, aksara ini juga digunakan untuk menulis bahasa Sasak yang digunakan di Lombok. Aksara ini berkerabat dekat dengan dengan aksara Jawa. Aksara Bali masih diajarkan di sekolah-sekolah Bali sebagai muatan lokal, namun […]

Selengkapnya


Cakra dalam Hanacaraka atau Aksara Bali

Aksara Bali Atau Anacaraka Sebagai Cakra - Mantra Hindu

Hanacaraka adalah salah satu aksara tradisional Nusantarayang berkembang di Bali, Indonesia. Aksara ini umum digunakan untuk menulis bahasa Bali dan bahasa Sanskerta. Dengan sedikit perubahan, aksara ini juga digunakan untuk menulis bahasa Sasak yang digunakan di Lombok. Aksara ini berkerabat dekat dengan dengan aksara Jawa. Aksara Bali masih diajarkan di sekolah-sekolah Bali sebagai muatan lokal, namun […]

Selengkapnya


“Suksma” Tidak Berarti Terima Kasih Pada Pemuspaan (Kramaning Sembah)

wanita bali sembahyang

Pada pemuspaan (kramaning sembah) bait ke lima: “Om Dewa Suksma Parama Acintyaya Namah Swaha” didahului pengantar dari Jero Mangku: “Inggih, penguntat mangkin ngiring ngaggen tangan kosong,ngaturang suksma ring Sanghyang Widhi” atau ada juga memakai bahasa Indonesia: “Terakhir, mari kita menggunakan tangan kosong mengucapkan terimakasih kepada Sanghyang Widhi” Menurut Weda Parikrama, “suksma” tidak berarti terima kasih, tetapi […]

Selengkapnya


Sanggah Kemulan (Filosofi, Jenis dan Ngunggahang)

kemulan

PENGERTIAN Sanggah Kamulan berasal dari dua kata yaitu:sanggah (sanggar) yang artinya tempat pemujaan dan kamulan artinya (mula) artinya akar,umbi,dasar,permulaan,asal.Kamulan juga sering disebut kamimitan dari kata (wit) yang artinya sumber atau asal darimana manusia ada.Jadi sanggah kamulan adalah tempat pemujaan asal atau sumber.Sanggah kamulan berdasarkan letaknya adalah sebagai penghulun karang. Penghulun karang berasal dari dua kata yaitu: hulu yang […]

Selengkapnya


Hari Pemacekan Agung (Janji Diri Untuk selalu Mengedepankan Dharma)

galungan day

Lima hari setelah Hari Suci Galungan, tepatnya pada hari Soma Kliwon wuku Kuningan, dinamakan hari Pemacekan Agung. Secara etimogi Pemacekan berarti ‘saat menancapkan sesuatu’ dan kata Agung berarti ‘besar, mulia, utama’. Secara filosofis Pemacekan Agung mengandung makna, bahwasanya hari ini manusia diingatkan agar ‘kemenangan’ yang telah ia peroleh melalui pertempuran melawan adharma dijadikan sebagai ‘tonggak’ […]

Selengkapnya