hare-krisna

Hare Krisna, Samakah Dengan Agama Hindu?



Ajaran Hare Khrisna (HK) adalah filsafat dan ajaran ketuhanan yang bersumber dari Bhagawad Gita yang penulisannya dipengaruhi oleh aliran Hindu atau sad darsana, terutama dari aliran Samkhya, Yoga dan Wedanta.  Para penganut Hare Khrisna menggunakan Veda sebagai Refferensi untuk menguatkan isi Bhagavadgita sehingga kebanyakan orang berfikir bahwa ajaran Hare Khirsna murni dari Veda. Padahal jika didalami Hare Khrisna hanya mengakui Bhagavadgita sebagai otoritas tertinggi (bukan Veda). Sebab Ajaran Hare Khrisna hanya mengakui Khrisna sebagai Tuhan tertinggi.
Selain memanfaatkan Veda, Sekte Hare Krishna juga membuat Kitab ‘Brahma Samhita’ yang juga menyatakan bahwa Shiva berdoa kepada Krishna juga ditulis oleh Gaudiya Waisnawa yang dikarang 500 tahun yang lalu yang biasa sebagai sastra yang dirujuk oleh HK. Usaha ini dilakukan agar masyarakat mengakui bahwa Sri Khrisna adalah Tuhan tertinggi dalam ajaran Agama Hindu. Padahal Sri Khrisna sendiri tidak pernah mengajarkan seperti itu. Tetapi dia mengatakan bahwa “Diantara semuanya, itu adalah Aku” yang dapat dipahami bahwa tidak ada Tuhan tertinggi dan terrendah tetapi semuanya sama.
Hare Krishna, berarti “Kemenangan untuk Krishna” (Victory to Lord Krishna), sebuah tradisi (sampradaya) Caitanya dari sekte Waisnawa yang kembali didirikan oleh Swami A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada pada tahun 1965 dengan nama resmi “The International Society for Krishna Consciousness” atau ISKCON.
Apakah Aliran Krisna Sama Dengan Agama Hindu
Pendiri Hare Krishna, A.C. Bhaktivedanta Swami Prabupdha mengeluarkan beberapa pernyataan yang mengundang polemik di kalangan penganut Hindu. Pernyataan tersebut adalah;
1. “Can it Be That the Hare Krishnas Are Not Hindu? ISKCON’s Srila Prabhupada’s edicts on religion are  clear” yang dimuat dalam majalah  Hinduism Today edisi Oktober 1998.  “Ada satu salah pengertian,” tulis His Divine Grace A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada tahun 1977 dalam Science of Self Realization, “bahwa  gerakan kesadaran Krishna ( the Krishna consciousness movement) mewakili agama Hindu. Sering kali orang-orang India baik di dalam maupun di luar India mengira bahwa kita mengajarkan agama Hindu, tapi sesunguhnya kita tidak mengajarkan agama Hindu.”
2. “Hare Krishna sama sekali tidak ada urusannya dengan agama Hindu atau sistem agama apapun…. Setiap orang harus mengerti dengan jelas bahwa Hare Krishna tidak mengajarkan apa yang disebut agama Hindu (The Krishna consciousness movement is not preaching the so-called Hindu religion).”
3. Srila Prabhupada seringkali dengan tegas menolak eksistensi dari satu agama yang disebut “Hinduisme.” Dia mengasal7kan nama yang tidak pantas ini kepada “foreign invaders (para penyerbu asing).” Pada kesempatan lain ia mengakui keberadaan agama Hindu, tapi menganggapnya sebagai kemerosotan yang tak tertolongkan dari bentuk asli Sanatana Dharma Veda.
4. Pada ceramah-ceramahnya tahun 1967, di New York dia berkata, “Sekalipun memunculkan para sarjana, sanyasin, grihasta dan swami besar, apa yang disebut pengikut agama Hindu
semuanya tidak berguna, cabang-cabang kering dari agama Veda.” Hare Krisnha,katanya, adalah satu-satunya eksponen dari agama Veda dewasa ini. Dalam satu wawancara yang diberikan untuk Bhavan’s Journal tanggal 28 Juni, 1976, dia berkata, “India, mereka telah membuang sistem agama yang sesungguhnya, Sanatana Dharma. Secara takhyul, mereka menerima satu agama campur aduk (ahodgepodge thing) yang disebut Hinduisme. Karena itulah muncul kekacauan.”
5. Pada kuliah 1974 di Mumbai (Bombai), dia menyatakan, “Kita tidak mengkotbahkan agama Hindu. Ketika mendaftarkan assosiasi ini, saya dengan sengaja memakai nama ini, ‘Krishna Consciousness,’ bukan agama Hindu bukan Kristen bukan Buddha..”
6. Srila Prabhupada menyadari bahwa masyarakat India memiliki kesan yang keliru mengenai kehinduannya. Dalam satu surat tahun 1970 kepada pengurus sebuah pura di Los Angeles, dia menulis, “Masyarakat Hindu di Barat mendapat perasaan baik untuk saya karena secara dangkal mereka melihat bahwa saya menyebarkan agama Hindu, tapi nyatanya gerakan Kesadaran Krishna ini bukan agama Hindu bukan 7pula agama apapun”.
Hare Krishna Bukan Agama dan Tidak Bisa di Terapkan di Indonesia
Hare Krishna bukan agama melainkan sebuah gerakan bhakti. Didirikan di AS tahun 1965 oleh Swami A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada (1896-1977), dengan nama resmi “The International Society for Krishna Consciousness” atau ISKCON.
Hare Krishna adalah tradisi (sampradaya) Caitanya dari sekte Waisnawa. Caitanya (1485-1533) adalah seorang bhakta Krishna, dan menjadi sumber dari sampradaya Caitanya atau Gaudiya yang melahirkan gerakan pemujaan Krishna (Krishna Bhakti).
Hare Krishna tidak bisa diterapkan di Indonesia, sebab Hindu di Nusantara lebih mengarah kepada aliran Siva Budha. Selain itu, Hindu Nusantara juga tidak pernah mengenal Sri Krisna sebagai Tuhan. Melainkan hanya menganggapnya sebagai awatara.
Apalagi melihat Hindu Nusantara sudah memiliki kepercayaan Leluhur yang hanya butuh pengembangatn, bukan perubahan. Hindu Nusantara juga kaya dengan nilai-nilai rohani yang sangat tinggi dan sangat erat kaitanya dengan tradisi, sehingga sulit untuk menerapkan ajaran HK.
Kesimpulan:
Jalankan Agamamu sesuai dengan kepercayaan sebab itu adalah karmamu.
Dalam Bhagavadgita 3;35 dikatakan:
Śreyān svadharmo viguņah
Paradharmāt svanuşţhitāt
Svadharme nindhanam śreyah
Paradharmo bhayā vahah//
Artinya:
Lebih baik menjalankan dharma sendiri meskipun tidak sempurna daripada menjalankan dharma orang lain yang lebih mudah dan sempurna apalagi jika berbahaya.
Sloka ini dapat kita pahami bahwa “Lebih baik menjalankan Tradisi dan Adat yang merupakan kepercayaan leluhur kita meskipun tidak sempurnah, daripada mengajarkan ajaran orang lain yang lebih sempurnah, sebab Tradisi dan adat istiadat merupakan “KARMA” yang harus dijalankan”.
Tulisan dari penulis artikel di hindualukta adalah : “Saya dilahirkan di keluarga Hindu Nusantara Karena ada tugas (karma) yang harus saya jalankan dalam Tradisi tersebut. Saya tidak mungkin meninggalkanya sebab itu adalah jalan hidup saya”. Semua kebenaran dan ketidak benaran adalah ciptaan Tuhan. Sehingga kita perlu bijak dalam menjalani hidup.
sumber: sundaranandadasa, hindualukta, wikipedia


Semoga Bermanfaat

Bermanfaat ? Sebarkan ke Keluarga dan Sahabatmu..

16 thoughts on “Hare Krisna, Samakah Dengan Agama Hindu?

  1. terimakasih untuk artikelnya. tapi kalau boleh saya bertanya…

    tolong jelaskan mengenai arti Reg Veda X.129.6 dan Bhagavadgita X.2

    dan apakah yang mengembangkan kesadaran krisna dalam diri harus disebut masuk aliran krisna?
    apakah tidak bisa disebut pengembangan rohani dan tetap agama hindu tanpa masuk aliran apapun?

    ampura tityang tuah manusa belog sane mencari pengetahuan rohani

    • Lebih baik melakukan dharma sendiri walaupun kurang dari pda melakukan dharma orang lain walaupun sempurna. Dharma itu maksudnya kewajiban kita terhadap tuhan Menurut varna masing2 . Lebih baik melakukan sesuatu demi tuhan yang berada di seluruh ciptaan dan mengatasi dari pada bekerja demi hasil yang menghasilkan bnyak reinkarnasi dari karma

    • Tujuan dari weda dan semua kitab sanatana dharma atau kebenaran mutlak yang abadi. Adalah tuhan. Dan sri krishna adalah tuhan sendiri. Tidak ada aliran tidak ada kepercayaan lain. Inilah kenyataannya. Jika ada kepercayaan lain. Itu hnya pengaruh zaman kali atau karena begitu lamanya ajaran tuhan sehingga menjadi samar. Jika anda mengembangkan kesadaran krishna itu berarti anda sudah memiliki tingkat kecerdasan dan pengembangan spiritual yang lebih tinggi dari pada para pemuja dewa, leluhur, dan raksasa atau setan.

    • Saya ingin meluruskan disini, bnyak orang yang tersesat dalam mengikuti ajaran krishna yg diplokamirkan oleh saibaba. Bnyak hal yang dikatakn saibaba menyimpang dari bhagawad gita dan vaisnava besar pun tidak mengakuinya sebagai awatara. Tpi masih banyak masyarakat yang tertipu. Jadi mohon dengarkan dan baca semua tentang sri krishna dari vaisnava bonafid dan sastra2 yang terjamin. Ingatlah sekarng adalah zaman kali, raksasa sekalipun lahir menjadi brahmana untuk menyamarkan dan menghancurkan kebenaran.

    • Lebih baik melakukan dharma sendiri walaupun kurang dari pda melakukan dharma orang lain walaupun sempurna. Dharma itu maksudnya kewajiban kita terhadap tuhan Menurut varna masing2 . Lebih baik melakukan sesuatu demi tuhan yang berada di seluruh ciptaan dan mengatasi dari pada bekerja demi hasil yang menghasilkan bnyak reinkarnasi dari karma

  2. Aku bukan tuhan,aku hanya seorang hamba tuhan,jangan sembah aku karna aku berlumuran dosa.bertobatlah dan masuklah agama islam.jangan pedulikan nenek moyang mu,karna mereka tidak sepintar dan sehebat yg kalian kira,jika kalian masih angkuh dan tidak mau masuk islam,maka neraka tempat kalian tinggal….BERTOBATLAH DAN SADARLAH SEBELUM KEMATIAN MENJEMPUT KALIAN.

  3. Sebenarnya agama agama lain itu tidak ada yg ada hanyalah kebenaran sejati (Sanatana dharma) yg mana kitabnya adalah weda, itu yang dimaksud oleh bhakta sri krishna tpi bnyak yang salah mengartikannya. Nama hindupun di dapat dari ilmuwan2 yg meneliti, karena mereka mengira agama yg berkitabkan weda muncul pertama kali di dekat sungai sindu. Kepercayaan2 yang muncul selain sanatana dharma(yang tidak mengakui otoritas weda). hanyalah kepercayaan yng diciptakan oleh dewa2, atau awatara2 atas perintah sri krishna sendiri. Orang2 bodoh yang ditutupi 3 sifat guna dari potensi material sri krishna dalam wujud dunia material dari yg terendah patalaloka sampai yg tertinggi brahma loka, jadi dewa2, maha rsi2, bhagawan2, pitra2, sampai makhluk terendahpun dibenamkan di dalam dunia material yg pada akhirnya nnti akan dikembalikan lagi ke asalnya, dan pada permulaan akan dikeluarkan lagi sebagai siklus tanpa henti. Jadi bisa dikatakan dari dewa hingga makhluk terendah, tidaklah abadi, mereka masih diikat oleh hukum karma jika mereka mengikat diri dengan hasil dari kerjanya. Di bhagawad gita sudah dijelaskan bahwa yang memuja dewa2 akan kembali ke dewa2, yang memuja leluhur akan kembali ke leluhur yang memuja raksasa atau setan akan kembali ke setan dan seterusnya, tetapi yang memuja tuhan yang mana personalitas tertingginya adalah sri krishna sendiri akan kembali ke tuhan dan yang memuja tuhan berarti membahagiakan 3 dunia dan penghuninya. Kenapa sri krishna adalah tuhan, karena uraian purusha suktha di weda sama dengan yang disaksikan arjuna pada sri krishna dan bnyak lagi. Bisa dikatakan sri krishna bukan awatara, bukan dewa, ataupun bhatara tetapi asal dari segalanya yaitu tuhan. Ada lagi konsep tuhan yang disalah artikan karena begitu lamanya ajaran weda sudah turun dan pengaruh kali yang sangat kuat. Tuhan sebenarnya mewujudkan diri walaupun bisa mewujudkan diri menjadi banyak wujud. Yang mana wujudnya adalah wujud 5000 thn yang lalu saat kemunculannya ke dunia. Sedangkan brahman adalah cahaya suci yang timbul dari wujudnya, dan parama atma terlokalisasi. Orang2 yang menyadari ini adalah orang yang sudah terbebas dari kerasnya dunia material. Dan yang belum menyadari ini adalah orng2 masih terikat dengan dunia material, mereka masih menyembah dewa2 dan yang lainnya yang hasilnya masih bersifat sementara.

  4. Pada dasarnya pemuja krishna mengakui otoritas weda2. Tpi kenapa mereka lebih suka membaca bhagawad gita dan shrimad bhagavatam. Itu karena weda masih berisi hal hal yng bersifat duniawi, Sedangkan bhagawad gita dan shrimad hanya fokus pada bhakti kepada tuhan dan menyampingkan hal2 dunia. Disini yang dimaksud keduniawian adalah bertindak, berpikir, dan berbicara untuk mendapatkan hasil. Sedangkan non keduniawian berarti bertindak, berpikir, dan berbicara, tanpa memikirkan hasil dan murni cinta kasih kepada tuhan. Bhagawad gita dan shrimad bhagavatam sangat mudah di mengerti oleh orang2 zaman kali yang mana jika membaca weda pasti bnyak yang disalah persepsikan tentang weda itu sendiri.

  5. Kalau ada yg ingin tahu sebenarnya tentang sri krishna bisa membaca bhagawad gita atau shrimad bhagavatm dengan penuh perhatian atau bisa dengan membaca cerita di vaisnawa calendar. Hati2 hati dalam membaca atau mendengarkan sesuatu tentang sri krishna dari orang yg bukan bhakta. Di zaman kali raksasa sekalipun dilahirkan memjadi brahmana dan bnyak orang dibutakan tentang kenyataan yang sesunggahnya. Selama orang belum memuja sri krishna atau personalitas tertinggi tuhan yang maha esa dengan cinta kasih yang tulus, dan melihat sri krishna berada diseluruh ciptaannya. Maka mereka harus mengikuti perintah2 yang ada pada weda2.

  6. Dari potensi sri krishna muncul 1/4 dunia material dengan jutaan alam semesta dan 3/4 dunia spiritual. Untuk menjadi manusia kita harus mengalami jutaan reinkarnasi dan bisa jatuh menjadi makhluk yng lebih rendah kapanpun juga. Kebahagiaan indera, mabuk, sex, berjudi, nonvegetarian kehidupan yng lebih rendah pun bisa melakukannya tpi kehidupan manusia yang sangat jarang diperoleh gunakanlah dengan sebaik baiknya untuk menyadari kebenaran. Kalau ada yng menyadari hari ekadashi mohon di ikuti ya. Download di google app ekadashi reminder dan vaisnava calendar. Kita boleh ikut tradisi. Tapi jangan pernah melupakan tuhan. Karena apapun yang kita puja akhirnya adalah sri krishna dan apapun yng kita korbankan adalah sri krishna

  7. Bagaimana proses weda diturunkan? Weda diturunkan melalui proses yang sistematis, yaitu dari tuhan yang bertempat di lautan susu, melalui telepati(bahasa modernnya) mengirimkan pesan2 kepada dewa brahma yng menjadi makhluk hidup pertama dan dikirimkan dewa brahma kepada maha sri2 untuk diwahyukan. Dan bagaimana tuhan turun sebagai awatara atau wujud sebenarnya sebagai krishna saat dunia mengalami keterpurukan akibat merajalelanya adharma ? Para dewa akan datang menuju lautan susu dimana tuhan bersemayam sebagai personalitas tertinggi dengan dipimpin oleh dewa siwa dan dewa brahma. Disana para dewa dipimpin oleh dewa brahma menyanyikan sloka2 purusa suktha yang berisi 16 sloka dari weda. Dan dewa brahma akan menerima impuls2 dari tuhan melalui telepati. Yang mana impuls2 itu berisikan pesan2 untuk para dewa diminta untuk lahir di daerah dimna tuhan akan turun ke dunia. Ini adalah cerita ringkas mengenai proses turunnya sri krishna ke dunia sebagai personalitas tertinggi tuhan. Bukan awatara, karena sri krishna adalah asal semua awatara.

  8. Kenapa saat menyebarkan bhakti sri krishna Para bhakta mengatakan mereka bukan menyebarkan agama hindu. Itu karena sanatana dharma bukan kepercayaan tapi kenyataan yang universal(berlaku untuk seluruh alam dan penghuninya). Ajaran sri krishna bukan hindu, bukan juga mlecha, mengakui otoritas weda. Weda bukan hindu bukan juga mlecha, tpi kebenaran mutlak, berlaku untuk semua. Memang sangat susah mencari kebenaran di zaman kali tapi jangan sampai dibingungkan.

Tinggalkan Balasan ke nawa sota Batalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mantra & Filosofi Terkait