[ X Tutup Iklan]

Pekarangan Rumah – Hindari “Palemahan Hala” dan “Karang Kebaya-baya”

bhatara+ghana

Pekarangan yang harus dihindari atau dalam bahasa Bali sering disebut dengan “Karang Panes” biasanya ditandai dengan adanya kejadian/musibah yang menimpa anggota keluarga, misal: sering sakit, marah-marah tidak karuan, mengalami kebingungan(linglung), mudah bertengkar dan lain-lain. Jadi hindari lokasi yang disebut dengan “Palemahan Hala” dan “Karang Kebaya-baya”. Palemahan Hala Ucem, yaitu tanah yang berwarna hitam, selintas kelihatan […]

Selengkapnya


Padmasana – Niyasa Stana Hyang Widhi

padmasana

Padmasana Padmasana atau (Sanskerta: padmāsana) adalah sebuah tempat untuk bersembahyang dan menaruh sajian bagi umat Hindu, terutama umat Hindu di Indonesia. Secara etimologi Kata padmasana berasal dari bahasa Sanskerta, menurut Kamus Jawa Kuna-Indonesia yang disusun oleh Prof. Dr. P.J. Zoetmulder (Penerbit Gramedia, 1995) terdiri dari dua kata yaitu : “padma” artinya bunga teratai dan “asana” artinya […]

Selengkapnya


Sejarah dan Makna Topeng Sidakarya

sidakarya

Dalam masyarakat Bali, Topeng Sidakarya seakan-akan disamakan dengan Topeng Pajegan. Pengertian itu terjadi bahwa Topeng Pajegan itu dilakoni oleh hanya seorang penari (pragina), dengan memainkan sejumlah karakter topeng. Kata Topeng mempunyai pengertian, yaitu : Topeng merupakan suatu benda penutup muka. Di sini dimaksud “tutup” yang dipakai untuk menutupi muka manusia. Topeng mengandung pengertian suatu benda […]

Selengkapnya


Perjodohanmu dalam Agama Hindu – Pal Sri Sedana

semara ratih

Pal Sri Sedana adalah suatu renungan atau (ramalan) untuk mengetahui rezeki atau nasib seseorang dalam kehidupan ini berdasarkan hari kelahirannya dengan menjumlahkan neftu (urip) Saptawara dengan Pancawara. Perhitungan hari dalam perumusan ini berdasarkan perhitungan pergantian hari yaitu tiap mulai terbitnya matahari (galang tanah) = jam 05.30 yang juga dijadikan perhitungan diawalinya dauh itu (Pancawara dan […]

Selengkapnya


Naga Taksaka dalam Simbol dan Kisah

naga taksaka

Naga Taksaka  Naga Taksaka (Kaang) adalah naga bersayap sebagai simbol angkasa atau melambangkan atmosfer bumi sebagaimana digambarkan pada singgasana padmasana yang berbentuk menyerupai kursi dan dengan keindahan seni rupa, Naga Taksaka (yang bersayap) itu dilukiskan dengan dua ekor Naga Taksaka yang disebutkan dalam kutipan artikel Parisada Hindu Dharma pada Konsep Pemujaan dalam Padmasana. Naga Taksaka dengan […]

Selengkapnya


Mengenal Ajaran Sanātana Dharma – HINDU

tatam

Agama Hindu (Bahasa Sanskerta: Sanātana Dharma सनातन धर्म “Kebenaran Abadi”), dan Vaidika-Dharma (“Pengetahuan Kebenaran”). Kata “Agama” yang dipergunakan oleh umat Hindu dalam hidup berketuhanan Yang Maha Esa berasal dari bahasa Sanskerta dari akar kata “gam” yang artinya “pergi” atau “perjalanan“. Urat kata “gam” ini mendapat prefix “a” yang berarti “tidak” dan tambahan “a” di belakang […]

Selengkapnya