[ X Tutup Iklan]

Dewata Nawa Sanga dalam Agama Hindu

Dewatanawasanga

Pengertian Dewata Nawa Sanga Secara Etimologi, Kata “Dewa” (Deva) berasal dari  bahasa Sanskerta, kata “Div” yang berarti “Bersinar”. Dalam bahasa Latin “Deus” berarti “Dewa” dan “Divus” berarti bersifat ketuhanan. Dalam bahasa Inggris istilah Dewa sama dengan “Deity”, dalam bahasa Perancis “Dieu” dan dalam bahasa Italia “Dio”. Dalam bahasa Lithuania, kata yang sama dengan “Deva” adalah […]

Selengkapnya


Peruntunganmu dalam Agama Hindu – Pal Sri Sedana

panca wara mantrahindu

Pulau Bali adalah pulau yang terkenal karena keindahan alam, budaya dan juga agamanya. Mayoritas orang-orang yang tinggal di Bali adalah beragama Hindu, dengan demikian terdapat banyak Pura di Bali yang membuat Bali dijuluki Pulau Seribu Pura. Dan banyak pula Yang mengenal dengan sebutan Pulau Dewata. Kepercayaan akan adat dan budaya Bali sangatlah kental, mereka memiliki […]

Selengkapnya


Dewa Wisnu Sang Pemelihara

wisnu and garuda

Dalam ajaran agama Hindu, Wisnu (Dewanagari: विष्णु ; Viṣṇu) (disebut juga Sri Wisnu atau Nārāyana) adalah Dewa yang bergelar sebagai shtiti (pemelihara) yang bertugas memelihara dan melindungi segala ciptaan Brahman (Tuhan Yang Maha Esa). Dalamfilsafat Hindu Waisnawa, Ia dipandang sebagai roh suci sekaligus dewa yang tertinggi. Dalam filsafat Adwaita Wedanta dan tradisi Hindu umumnya, Dewa Wisnu […]

Selengkapnya


Sejarah OGOH-OGOH

ogoh ogoh senyum

Ogoh-ogoh tersebut dikenal sejak jaman Dalem Balingkang dimana pada saat itu ogoh-ogoh dipakai pada saat upacara pitra yadnya. Pendapat lain menyebutkan ogoh-ogoh tersebut terinspirasi dari tradisi Ngusaba Ndong-Nding di desa Selat Karangasem. Perkiraan lain juga muncul dan menyebutkan barong landung yang merupakan perwujudan dari Raden Datonta dan Sri Dewi Baduga (pasangan suami istri yang berwajah […]

Selengkapnya


“Suksma” Tidak Berarti Terima Kasih Pada Pemuspaan (Kramaning Sembah)

wanita bali sembahyang

Pada pemuspaan (kramaning sembah) bait ke lima: “Om Dewa Suksma Parama Acintyaya Namah Swaha” didahului pengantar dari Jero Mangku: “Inggih, penguntat mangkin ngiring ngaggen tangan kosong,ngaturang suksma ring Sanghyang Widhi” atau ada juga memakai bahasa Indonesia: “Terakhir, mari kita menggunakan tangan kosong mengucapkan terimakasih kepada Sanghyang Widhi” Menurut Weda Parikrama, “suksma” tidak berarti terima kasih, tetapi […]

Selengkapnya


Penjelasan dan Tata Cara Puja Trisandya, Kramaning Sembah, dan Me-Saiban

644317_4775790152715_1741764808_n

Puja Trisandya dilaksanakan tiga kali sehari karena menurut Lontar Niti Sastra, kita sebagai penganut Hindu Sekte Siwa Sidanta memuja Matahari (Surya) sebagai keagungan dan kemahakuasaan Hyang Widhi. Matahari juga sumber energi atau sumber kehidupan. Pemujaan itu dimulai pagi-pagi menyongsong terbitnya matahari (sekitar jam 05.30), siang hari tepat jam 12.00 ketika Bumi berada dalam posisi yang […]

Selengkapnya