banyu pinaruh (1)

Banyu Pinaruh



Setelah merayakan piodalan Saraswati, besoknya Pada Redite Paing Sinta (Minggu Paing Sinta) umat Hindu melanjutkannya dengan malaksanakan prosesi Banyu Pinaruh.

Banyu Pinaruh adalah upacara yadnya yang dilakukan setelah hari raya saraswati, yang bertujuan untuk pembersihan dan kesucian diri.

Banyu Pinaruh yang berasal kata dari

  • Banyu berarti air,
  • Pinaruh atau Pengeruwuh berarti pengetahuan

Sarana pelaksanaan Banyu Pinaruh menggunakan air kembang (kumkuman).

 

Kumkuman itu dibawa ke tempat-tempat sumber air seperti pancuran, segara, sungai, beji yang diyakini sebagai tempat penyucian atau peleburan mala atau kotoran batin. Di situ umat Hindu membersihkan diri, keramas dan mandi.

Tetapi secara filosofis Banyu Pinaruh bermakna menyucikan pikiran dengan menggunakan air ilmu pengetahuan, sebagaimana diuraikan dalam pustaka Bagavadgita sebagai berikut:

Abhir gatrani sudyanti manah satyena sudayanti.”

Artinya, badan dibersihkan dengan air sedangkan pikiran dibersihkan dengan ilmu pengetahuan.

Itu berarti, Banyu Pinaruh bukanlah hanya datang berkeramas atau mandi ke pantai atau sumber air. Tetapi, prosesi itu bermaksud membersihkan kekotoran atau kegelapan pikiran (awidya) yang melekat dalam tubuh umat dengan ilmu pengetahuan, atau mandi dengan air ilmu pengetahuan.

Hal itu sesuai dengan Bagavadgita IV.36 yang berbunyi:

”Api ced asi papebhyah, sarwabheyah papa krt tamah, sarwa jnana peavenaiva vrijinam santarisyasi.”

Artinya, walau engkau paling berdosa di antara manusia yang memiliki dosa, dengan perahu ilmu pengetahuan, lautan dosa akan dapat engkau seberangi.” Itu artinya Banyu Pinaruh bukan hanya bermakna simbolis belaka, tetapi sesuai dengan ajaran Hindu. ”Melalui mandi dan keramas menggunakan air ilmu pengetahuan, akan terbebas dari lautan kebodohan dan dosa,” .

Pelaksanaan dan tetandingan banten disebutkan dalam babad bali, banyu pinaruh (pinaweruh) pada hari Redite/Minggu Paing wuku Sinta.

  • Asucilaksana, pelaksanaannya di pagi hari (mandi, keramas dan berair kumkuman).
  • Upakara (tetandingan banten), diaturkan antara lain labaan nasi pradnyan, jamu sad rasa dan air kumkuman.
  • Setelah diaturkan pasucian/kumkuman labaan dan jamu, dilanjutkan dengan nunas kumkuman, muspa atau sembahyang, matirta,nunas jamu dan labaan Saraswati/nasi pradnyan barulah upacara diakhiri/lebar.

Untuk mantra Banyu Pinaruh bisa klik link ini: http://www.mantrahindu.com/mantra/mantra-banyu-pinaruh/

sumber : berbagaisumber



Semoga Bermanfaat

Bermanfaat ? Sebarkan ke Keluarga dan Sahabatmu..

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mantra & Filosofi Terkait